Rabu, 06 Maret 2019

Hallo gaes !
Berhubung besok Masuk pada bulan rajab, marilah kita memperbanyak membaca amalan amalan yang Allah anjurkan bagi ummat nya. Berikut amalan amalan serta apa yang akan kita dapat setelah melakukannya 😊
Keutamaan Bulan Rajab :
Imam Musa bin Ja’far berkata, “Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, niscaya neraka menjauh darinya sejauh jarak perjalanan satu tahun. Barangsiapa berpuasa tiga hari, maka surga ditetapkan baginya.”
Beliau juga berkata, “Rajab merupakan sungai di surga yang lebih putih dari susu dan lebih manis ketimbang madu. Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, niscaya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menuangkan baginya minuman dari sungai itu.

”Imam Ja’far al-Shadiq – meriwayatkan: Rasulullah saw bersabda, “Rajab merupakan bulan mohon ampunan bagi umatku. Maka, perbanyaklah mohon ampunan (Allah) di dalamnya! Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Bulan Rajab di sebut dengan al-Ashab (yang mengalir dengan deras), lantaran al-rahmah (kasih sayang Allah) tercurah amat deras di dalamnya. Oleh karenanya, perbanyaklah kalian mengucapkan: Astaghfirullaha wa as aluhu at-taubah (Aku mohon ampunan Allah dan minta taubat pada-Nya).”

Ibnu Babawaih meriwayatkan dengan sanad otentik dari Salim yang berkata:Saya datang menemui Imam Ja’far al-Shadiq pada (akhir) bulan Rajab dan masih tersisa tiga hari. Tatkala melihatku, beliau bertanya, “Wahai Salim, berpuasakah kamu di bulan ini?”Saya menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai putra Rasulullah!” Kemudian beliau berkata padaku, “Telah luput darimu pahala yang tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Sesungguhnya Allah mengutamakan bulan ini, mengagungkan kehormatannya, dan menetapkan kemuliaan-Nya bagi orang-orang yang berpuasa di dalamnya.”

Saya bertanya kepada beliau, “Wahai putra Rasulullah! Pabila saya berpuasa pada hari yang masih tersisa di bulan ini, maka dapatkah saya mencapai keberuntungan dari sebagian pahala orang-orang yang berpuasa di dalamnya?”

Beliau menjawab, “Wahai Salim! Barangsiapa berpuasa satu hari pada akhir bulan ini, maka hal itu menjadi pelindung baginya dari ketakutan saat sakaratul maut (menjelang kematian), serta perlindungan baginya dari bahaya mengerikan dan siksa kubur. Barangsiapa berpuasa dua hari pada akhir bulan Rajab ini, maka dengan puasa itu dia berhak mendapatkan surat ijin melintasi al-shirat. Barangsiapa berpuasa tiga hari pada akhir bulan ini, niscaya pada hari kiamat dia aman dari bahaya mengerikan dan bencana, serta dia diberi pembebasan dari api neraka.”

Dari Abu Darda’ dari Nabi SAW. sesungguhnya Beliau bersabda : Barang siapa berpuasa satu hari pada bulan rajab, maka seakan-akan telah beribadah kepada Allah SWT  Seumur hidup dimana pada siang harinya untuk puasa dan malam harinya untuk shalat,
Dan barang siapa berpuasa tiga hari maka Allah SWT akan menjadikan orang yang berpuasa itu dengan neraka sejauh satu khondaq. Satu khondaq dalam ditempuh dalam perjalanan satu tahun. Maksudnya adalah orang itu akan dijauhkan dari siksa neraka.
Amalan Bulan Rajab
Rajab adalah saat dimana kita harus mulai bersiap diri. Ramadhan membutuhkan banyak persiapan. Memperbanyak dzikir dan sitigfar kepada Allah. Amalan dan doa bersifat umum yang diajarkan oleh Rasulullah Saww di bulan Rajab.
Berikut amalan-amalan dibulan rajab :
1. Memperbanyak membaca sayyidul istighfar
2. Berpuasa
3. Memperbanyak Berdoa
4. Membaca istighfar rajab
5. Membaca bacaan terakhir bulan rajab
"Alhamdu rosulullah, muhammadun rosulullah 35 x. 
6. Membaca Doa pagi dan sore
 Setelah salat Subuh dan Maghrib, hendaknya seorang muslim membaca doa ini sebanyak 70              kali sambil mengangkat tangan, agar terhindar dari api neraka.
ربِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

Semoga bermanfaat😊

Kamis, 20 Desember 2018

Macam-macam haji
1 HAJI IFRAD
Apa yang dimaksud HAJI IFRAD?
Haji Ifrad adalah haji yang pelaksanaannya dilakukan secara terpisah antara haji dan umroh. Haji dan umroh dilakukan pada waktu yang berbeda namun dalam satu musim haji. Dalam haji jenis ini, ritual haji dilaksanakan terlebih dahulu baru kemudian melaksanakan ritual umroh.
2 HAJI QIRAN
Bagaimana dengan Haji Qiran?
Kalau Haji Qiran, ibadah umroh dan haji dilakukan secara bersamaa-sama. Artinya, semua pelaksanaan umroh sudah termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji.
3 HAJI TAMATTU

Haji Tamattu maksudnya adalah jamaah mengerjakan ibadah umroh terlebih dahulu baru kemudian melakukan rangkaian kegiatan ibadah haji



IBADAH UMROH

mrah (Arab: عمرة‎) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Syarat, Rukun dan Wajib Umroh
Sebelum melaksanakan ibadah umroh ada baiknya untuk mengetahui lebih banyak tentang ibadah ini mengenai syarat, rukun dan wajib umroh. Saya kira banyak yang akan berangkat umroh mencari informasi mengenai hal ini. Blog inipun didedikasikan untuk memberi informasi lebih banyak dan lebih jelas terhadap permasalaha ini, semoga ibadah umroh yang akan kita lakukan bisa diterima oleh Alloh dan menjadi Umroh yang mabrur.
I. Syarat Umroh:
1. Islam
ibadah umroh ini merupakan salah satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang islam yang mampu, sedangkan bagi orang non muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.
2. Berakal
Umroh disyariatkan bagi muslim yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh yang dilakukan oleh orang gila.
3. Istitaah
Istitaah artinya mempunyai kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.
4. Baligh
Telah mencapai usia Baligh adalah salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak disyariatkan melaksanakan umroh.
5. Merdeka.
Bukan dari salah seorang dari hambah sahaya (budak)  karena ibadah umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.
II. Rukun Umroh
1. ihram. memakai pakaian ihram, bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki  tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki. Penjelasan hal dilarang selama umroh ada di bagian bawah artikel.
Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.
III. Wajib Umroh
1. Ihram (Niat Ihram dari Miqot)
2. Meninggalkan yang dilarang dalam ihram sah
3.  Melaksanakan Tawaf Wada.
Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum kembali ke tanah air. Setelah Tawaf Wada kita dilarang kembali ke Masjidil Haram dan Kabah. Oleh karena itu biasanya Tawaf wada dilaksanakan dini hari setelah tahajud kemudian bisa dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Setelah itu jamaah umroh bisa berkemas perlengkapan umrohnya untuk pulang ke tanah air.
Penjelasan point no 2 tentang meninggalkan yang dilarang dalam ihrom, berikut ini larangan ihrom bagi jamaah umroh:
Bagi laki-laki:
1. Berpakaian yang berjahit
2. Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
3. Menutup kepala yang sifatnya melekat di kepala seperti topi (payung diperbolehkan)
Bagi wanita:
1. Berkaus tangan (menutuptelapak tangan)
2. Menutup muka (bercadar)
Bagi laki-laki dan wanita:
1. Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihrom dan sudah kering sebelum berpakaian ihrom)
2. Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan
3. Memburu atau menganggu atau membunuh hewan dengan cara apapun
4.  Memotong atau merusak pepohonan tanah haram
5. Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi
6.  Bercumbu atau berjimak suami isytri
7. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor
PENGERTIAN IBADAH HAJI


Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Syarat Haji
1. Islam
2. Akil Balig
3. Dewasa
4. Berakal
5. Waras
6. Orang merdeka (bukan budak)
7. Mampu, baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji
Rukun Haji
Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tsb adalah:
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf ifâdah
4. Sa`i
5. Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian
6. Tertib
Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.
Wajib Haji
1. Memulai ihram dari mîqât (batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah)
2. Melontar jumrah
3. Mabît (menginap) di Mudzdalifah, Mekah
4. Mabît di Mina
5. Tawaf wada` (tawaf perpisahan)
Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).
Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)
Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut:
1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan
Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya `aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji`.
Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni`mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka
Artinya:
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.
2. Wukuf di Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur`an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.
3. Mabît di Muzdalifah, Mekah
Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy`ar al-harâm (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2:198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.
4. Melontar jumrah `aqabah
Dilakukan di bukit `Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.
5. Tahalul
Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.
Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah `aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.
Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).
Kemudian melakukan sa`i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.
Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.
6. Mabît di Mina
Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan `aqabah, masing-masing 7 kali.
Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.
7. Tawaf ifâdah
Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa`i. Lalu melakukan tawaf wada` sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.

Larangan dalam Haji
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah haji/umrah adalah:
1. Melakukan hubungan seksual atau apa pun yang dapat mengarah pada perbuatan hubungan seksual
2. Melakukan perbuatan tercela dan maksiat
3. Bertengkar dengan orang lain
4. Memakai pakaian yang berjahit (bagi laki-laki)
5. Memakai wangi-wangian
6. Memakai khuff (kaus kaki atau sepatu yang menutup mata kaki)
7. Melakukan akad nikah
8. Memotong kuku
9. Mencukur atau mencabut rambut
10. Memakai pakaian yang dicelup yang mempunyai bau harum
11. Membunuh binatang buruan
12. Memakan daging binatang buruan

Jumat, 26 Oktober 2018

االسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العا لمين وبه نستعين وعلي امو رالد نيا و الدين الصلا ة و السلا م علي اصرف الا نبيا ا والمر سلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat seperti yang kita rasakan pada saat ini.
       Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah mrngangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti pada saat ini. Amien ya robbal 'alamin.
Untuk kali ini temanya adalah Berperilaku baik terhadap sesama manusia,..
Teman teman yang dirahmati Allah,...
Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)
       Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentuseperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.
        Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)
      Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.
Mungkin hanya ini saja. Sedikit tapi semoga bermanfaaf
والسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته



االسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العا لمين وبه نستعين وعلي امو رالد نيا و الدين الصلا ة و السلا م علي اصرف الا نبيا ا والمر سلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat seperti yang kita rasakan pada saat ini.
       Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah mrngangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti pada saat ini. Amien ya robbal 'alamin.
Untuk kali ini temanya adalah ibadah,...
Teman teman yang dirahmati Allah,...
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru (berdakwah) kepada Allah dan beramal shalih serta mengatakan; ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim’.” (QS. Fushshilat: 33). Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang lebih baik ucapannya daripada orang yang berdakwah ilallah.
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku bersama orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah di atas landasan bashirah, dan Maha suci Allah, aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik’.” (QS. Yusuf: 108)
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Ajaklah kepada jalan Rabbmu dengan cara yang hikmah, nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik…” (QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.” (HR. Muslim)
Dengan ayat dan hadits tersebut jelaslah bagi kita bahwa dakwah adalah ibadah.
Syarat Sah Ibadah
Ibadah tidak akan diterima kecuali apabila memenuhi dua syarat: ikhlas dilakukan demi Allah ta’ala dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah maka hendaknya dia beramal shalih dan tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. Al Kahfi: 110)
Fudhail bin ‘Iyadh menafsirkan ayat “Supaya Dia menguji kalain siapakah diantara kalian orang yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2) dengan mengatakan: Yaitu yang paling ikhlas dan paling benar. Makna dari ikhlas adalah mengerjakan amal itu murni untuk Allah. Sedangkan makna benar adalah mengikuti tuntunan Rasulullah. Kedua syarat ini harus terpenuhi semuanya. Apabila salah satu tidak ada maka ibadah itu tidak akan diterima.
Ibnu Qasim rahimahullah berkata: Di dalam dakwah ilallah ta’ala harus terpenuhi dua syarat: yaitu harus ikhlas untuk mengharap wajah Allah ta’ala dan harus sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau dia kehilangan syarat pertama maka dia adalah seorang musyrik. Dan kalau dia kehilangan syarat kedua maka dia adalah seorang pembuat bid’ah.


Mungkin cukup sampai disini, sedikit tapi semoga bermanfaat.

والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
السلام عليكم ورحمة الله و بركا ته
الحمدللهرب العا لمين وبه نستعين وعلي امورالدنيا والدين الصلا ة والسلا م علي اصرف الا نبيا ا والمرسلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                   Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat hidup sehat kepada kita seperti yang kita rasakan saat ini.
                  Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah mengangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti saat ini. Amien amien ya robbal 'alamin.
Kali ini saya akan membahas tentang SHOLAT
Hadirin yang dimulyakan Allah.
Nabi Muhammad SAW telah bersabda :
Sholat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkan sholat berarti telah menegakkan tiang agama. Dan barang siapa yang meninggalkan sholat berarti telah meruntuhkan agamanya.
Belajar sholat sejak dini sangatlah penting. Pepatah mengatakan bahwa belajar sejak kecil laksana mengukir diatas batu, dan belajar saat dewasa laksana mengukir diatas air.
Teman teman,  saya mau tanya?
Teman teman suka sholat tidak?????
Sholat dhuhur berapa kali?  Ashar berapa kali?  Maghrib berapa kali?  Isya'berapa kali?  Dan subuh berapa kali????  (kemungkinan audiance menjawab 4,3)
Iiih salah,.  Jawabannya adalah....
Sholat dzuhur 1 kali, maghrib 1 kali dan seterusnya,...
Tapi kalau ditanya berapa rakaat?  Baru jawabannya,  dzuhur 4 rakaat,  magrib 3 rakaat, isya' 4 rakaat,  dan subuh 2 rakaat.
( tips supaya gampang mengingat rakaat sholat sholat itu dengan lagu cicak cicak didinding)
Empat empat,  tiga
Empat dua rakaat
Itulah jumlah rakaat sholat
Sehari semalam
Sekian dari saya, sedikit tapi semoga bermanfaat.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته