Jumat, 26 Oktober 2018

االسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العا لمين وبه نستعين وعلي امو رالد نيا و الدين الصلا ة و السلا م علي اصرف الا نبيا ا والمر سلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat seperti yang kita rasakan pada saat ini.
       Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah mrngangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti pada saat ini. Amien ya robbal 'alamin.
Untuk kali ini temanya adalah Berperilaku baik terhadap sesama manusia,..
Teman teman yang dirahmati Allah,...
Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)
       Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentuseperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.
        Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)
      Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.
Mungkin hanya ini saja. Sedikit tapi semoga bermanfaaf
والسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته



االسلا م عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العا لمين وبه نستعين وعلي امو رالد نيا و الدين الصلا ة و السلا م علي اصرف الا نبيا ا والمر سلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat seperti yang kita rasakan pada saat ini.
       Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Yang telah mrngangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti pada saat ini. Amien ya robbal 'alamin.
Untuk kali ini temanya adalah ibadah,...
Teman teman yang dirahmati Allah,...
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru (berdakwah) kepada Allah dan beramal shalih serta mengatakan; ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim’.” (QS. Fushshilat: 33). Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang lebih baik ucapannya daripada orang yang berdakwah ilallah.
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku bersama orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah di atas landasan bashirah, dan Maha suci Allah, aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik’.” (QS. Yusuf: 108)
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Ajaklah kepada jalan Rabbmu dengan cara yang hikmah, nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik…” (QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.” (HR. Muslim)
Dengan ayat dan hadits tersebut jelaslah bagi kita bahwa dakwah adalah ibadah.
Syarat Sah Ibadah
Ibadah tidak akan diterima kecuali apabila memenuhi dua syarat: ikhlas dilakukan demi Allah ta’ala dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah maka hendaknya dia beramal shalih dan tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. Al Kahfi: 110)
Fudhail bin ‘Iyadh menafsirkan ayat “Supaya Dia menguji kalain siapakah diantara kalian orang yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2) dengan mengatakan: Yaitu yang paling ikhlas dan paling benar. Makna dari ikhlas adalah mengerjakan amal itu murni untuk Allah. Sedangkan makna benar adalah mengikuti tuntunan Rasulullah. Kedua syarat ini harus terpenuhi semuanya. Apabila salah satu tidak ada maka ibadah itu tidak akan diterima.
Ibnu Qasim rahimahullah berkata: Di dalam dakwah ilallah ta’ala harus terpenuhi dua syarat: yaitu harus ikhlas untuk mengharap wajah Allah ta’ala dan harus sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau dia kehilangan syarat pertama maka dia adalah seorang musyrik. Dan kalau dia kehilangan syarat kedua maka dia adalah seorang pembuat bid’ah.


Mungkin cukup sampai disini, sedikit tapi semoga bermanfaat.

والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
السلام عليكم ورحمة الله و بركا ته
الحمدللهرب العا لمين وبه نستعين وعلي امورالدنيا والدين الصلا ة والسلا م علي اصرف الا نبيا ا والمرسلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
                   Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat hidup sehat kepada kita seperti yang kita rasakan saat ini.
                  Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah mengangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti saat ini. Amien amien ya robbal 'alamin.
Kali ini saya akan membahas tentang SHOLAT
Hadirin yang dimulyakan Allah.
Nabi Muhammad SAW telah bersabda :
Sholat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkan sholat berarti telah menegakkan tiang agama. Dan barang siapa yang meninggalkan sholat berarti telah meruntuhkan agamanya.
Belajar sholat sejak dini sangatlah penting. Pepatah mengatakan bahwa belajar sejak kecil laksana mengukir diatas batu, dan belajar saat dewasa laksana mengukir diatas air.
Teman teman,  saya mau tanya?
Teman teman suka sholat tidak?????
Sholat dhuhur berapa kali?  Ashar berapa kali?  Maghrib berapa kali?  Isya'berapa kali?  Dan subuh berapa kali????  (kemungkinan audiance menjawab 4,3)
Iiih salah,.  Jawabannya adalah....
Sholat dzuhur 1 kali, maghrib 1 kali dan seterusnya,...
Tapi kalau ditanya berapa rakaat?  Baru jawabannya,  dzuhur 4 rakaat,  magrib 3 rakaat, isya' 4 rakaat,  dan subuh 2 rakaat.
( tips supaya gampang mengingat rakaat sholat sholat itu dengan lagu cicak cicak didinding)
Empat empat,  tiga
Empat dua rakaat
Itulah jumlah rakaat sholat
Sehari semalam
Sekian dari saya, sedikit tapi semoga bermanfaat.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Minggu, 21 Oktober 2018

السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
الحمد لله رب العا لمين وبه نستعين وعلي امورالدنيا و الدين الصلا ة والسلام علي اصرف الا نبيا ء والمرسلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد
Syukur alhamdulillah marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta Hidayah-Nya kita dapat hidup sehat wal afiat seperti yang kita rasakan saat ini.
Sholawat berangkaikan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah mengangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang seperti pada saat ini. Amien amien ya robbal 'alamien.
Kali ini saya akan sedikit menyampaikan tentang ADAB MEMBACA AL-QUR'AN.
Adab membaca Al-qur'an itu ada 14 temen temen,..
1. Disunnahkan untuk Berwudhu
2. Menghadap Qiblat
3. Ada sikap penghormatan hati untuk :
Mengagungkan dan memuliakan Al-qur'an.
Membenarkan dan meyakini.
Berniat mengamalkan Al-qur'an.
Berniat untuk mengajarkan/menyampaikan lagi kepada orang lain.
4. Memilih tempat yang bersih.
5. Disunnahkan membaca Ta'awwudz pada permulaan bacaan.
      Firman Allah :
            "Apabila kamu membaca Al-qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari.      syaitan yang terkutuk" (Q.S. An-Nahl :98)
6. Sebagaimana memulai perkataan dan perbuatan yang baik yang lain,  maka memulai membaca Al-qur'an pun dengan membaca basmalah.
     Sabda Nabi SAW :
          "Setiap (perkara) amalan yang tidak dimulai dengan membaca bismillahirrohmanirrohim maka terputus berkahnya ( bagaikan anggota badan yang terkena kusta )"
           (H.R. Ahmad. Nasai. Dan ibnu Mardawih)
7. Membaca dengan tartil dan tajwid yang benar.
8. Berusaha untuk menangis.
9. Membaca dengan suara merdu.
10. Boleh membaca jahar (dikeraskan)  tetapi lebih baik dipelankan (terdengar oleh diri sendiri).
11. Memenuhi hak-hak Al-qur'an.
12. Tidak memotong bacaan dengan kegiatan lain.
13. Al-qur'an ditaruh ditempat yang dialas tinggi.
14. Tidak menjadikan Al-qur'an sebagai bantal.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan.  Sedikit tapi semoga bermanfaat ya temen temen.....

Wallahulmuwaffiq ila aqwamitthoriq
والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته


Sabtu, 20 Oktober 2018

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته                                                                  .
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين و علي امورالدنياوالدين الصلاة والسلام علي اصرف الانبياءوالمرسلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اما بعد.       .       
Syukur alhamdulillah marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT,  karena berkat Rahmat serta hidayah nya kita dapat hidup sehat wal afiat seperti yang kita rasakan saat ini.
Sholawat berangkaikan salam semoga tetao tercurah limpahkan kepada Nabi Beasar Muhammad SAW. Yang telah mengangkis kita dari jurang kenistaan menuju alam yang terang benderang sepeeti sekarang ini. Amien amien ya robbal 'alamien.
Pidato bertema "Berabakti kepada kedua orang tua"
Hadirin rohimakumullah
Baiklah teman teman.....
Siapa sih yang gak mau hidup tenang?
Siapa sih yang gak mau hidup senang?
Siapa sih yang gak mau masuk syurga?
Dan siapa sih yang gak mau bahagia?
Justru semua dan seluruh ummat manusia mau semua itu bukan?
Lalu apa kak yang harus kita lakukan kalau kita mau semua itu?
Kalau menurut keyakinan saya pribadi, yang paling utama adalah Kedua orang tua kita. Lho kok bisa kak?  Bukankah Allah lah yang harus kita dahulukan baru nomer 2 nya orang tua kak? Memang betul, sangat betul sekali dan itu tidak salah. Saya disini hanya ingin sedikit menyadarkan kepada temen temen, bahwa yang kita anggap hal kecil yang kita anggap itu biasa saja bisa jadi itu semua ada dampak yang sangat besar buat kita. Kenapa begitu?  Pertama kita melihat dunia kita melihat wajah wajah yang sangat mengharapkan kita. Kita tau Allah dari siapa?  Dari orang tua kita,  kita tau melakukan sesuatu yang tidak kita tau dari orang tua dahulu bukan?  Nah ayolah bangun sikap dan mindset kita kedepan untuk ta'dim nya luar biasa kepada kedua orang tua kita. Seperti halnya Ridholllahu wa ridholwalidain,.. Ridho Allah ada pada Ridho kedua orang tua kita. Kalau orang tua kita ridho maka Allah pun ridho, kalau orang tua kita tidak setuju kepada hal yang kita lakukan maka Allah pun begitu. Juga jangan lah kita membentak apabila kita dinasehati atau disuruh oleh orang tua kita. Berkatalah yang mulia terhadap mereka yang baik juga dengan sopan.
Mungkin hanya ini contoh pidato dari saya sedikit tetapi semoga bermanfaat.
Wallahulmuwaffiq ilaa aqwaamitthoriq
والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته.